Apa Itu Zero Waste?

Nia Nudiansyah

Nia Nudiansyah

Apr 16, 2019 — 2 mins read

Kemajuan teknologi digital cukup memberikan kontribusi, khususnya dalam hal meminimalisir penggunaan kertas. Cukup banyak materi yang sekarang berubah menjadi paperless. Meski begitu, itu hanya sebagian kecil saja. Zero waste di era digital masih belum tercapai sepenuhnya karena salah satu penyumbang sampah terbesar adalah sampah rumah tangga. Apa itu zero waste dan bagaimana kita bisa menerapkannya dalam keseharian?

Zero waste bukan sekadar gaya hidup kekinian yang muncul karena dorongan sosial untuk melakukan apa yang sedang tren di sosial media. Gaya hidup ini muncul karena keprihatinan masyarakat terhadap jumlah sampah, khususnya di Indonesia, yang jumlahnya cukup membuat miris. Karena tata kelola sampah dan proses pengolahan sampah di Indonesia masih jauh dari kata ideal itulah banyak pihak yang mencoba mengerem sampah yang dihasilkan secara personal.

Mengurangi penggunaan plastik untuk kemasan makanan dan sayuran

Mengurangi penggunaan plastik untuk kemasan makanan dan sayuran

Coba hitung dalam sehari berapa banyak sampah yang kita hasilkan?

Sampah yang kita hasilkan terkait erat dengan apa yang selama ini kita konsumsi. Makanan yang memakai kemasan, plastik misalnya, ketika makanan tersebut sudah habis maka yang tersisa adalah kemasannya. Begitu juga dengan minuman di dalam botol plastik, belum lagi sampah rumah tangga berupa sisa makanan atau bahan makanan yang terbuang.

Untuk itulah manajemen belanja mingguan, melakukan food preparation menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari gaya hidup menuju zero waste. Zero waste bukan hanya semata-mata soal tidak menggunakan sedotan plastik dan membawa botol minuman dari rumah untuk menghindari membeli minuman dalam kemasan, juga bukan hanya soal membawa kantong belanjaan sendiri.

Zero waste lebih dari itu.

Di dalamnya terdapat beberapa kebijakan, salah satunya adalah usaha untuk menolak penggunaan barang yang pada akhirnya hanya akan dibuang. Misalnya saja dengan tidak membeli makanan dalam kemasan plastik.

Rangkaian tindakan yang mendukung zero waste diantaranya termasuk mendaur ulang barang-barang yang memiliki nilai dan masa pakai yang lebih panjang, termasuk juga mengunakan kembali suatu bahan atau barang sehingga manfaatnya bisa diperpanjang.

Zero waste adalah berpikir sebelum memutuskan untuk membuang sesuatu ke tempat sampah, bahkan lebih dari itu, berusaha untuk tidak membuang sesuatu, terutama yang masih memiliki nilai pakai.

Bagaimana dengan sampah-sampah yang memang mudah membusuk dan memang harus dibuang? Dalam hal ini, disarankan agar melakukan pengolahan sampah, misalnya sampah organik dengan cara mengompos menggunakan komposter dan bakteri alami.

Zero waste dapat dimulai dengan membuat pertimbangan mengenai barang atau bahan apa saja yang harus kita konsumsi dan beli. Begitupula pada saat kita berbelanja kebutuhan harian untuk memasak. Kita memikirkan baik-baik bahan-bahan apa saja yang akan diolah dan seberapa banyak sampah yang akan dihasilkan. Jika ada sampahnya, lalu apa tindakan yang akan kita lakukan?

Zero waste tidak sesederhana mengganti sedotan plastik dengan bahan stainless steel atau bambu, membawa kantong belanja, dan botol minuman sendiri. Butuh niat dan kiat agar kita dapat merasa cukup dengan konsumsi minimal. 

Tips
Read this next

Sudah Tahu Bedanya Sayuran Hidroponik & Organik ?

Sering kan, mendengar kedua istilah ini ketika Anda berbelanja sayuran? Kira-kira sudah tahu belum bedanya sayuran hidroponik dan organik ap...

You might enjoy

Memanfaatkan Sampah Rumah Tangga, Salah Satu Cara Memulai Gerakan Zero Waste Dari Rumah.

Pernah menimbang berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya di rumah? Bisa dipastikan, hampir setiap hari, rumah kita memproduks...