Kue-Kue Kering Andalan Untuk Menyambut Lebaran

Nia Nudiansyah

Nia Nudiansyah

May 13, 2019 — 2 mins read
Photo by <a href="https://unsplash.com/@lelacag">Caglar Araz</a> on <a href="https://unsplash.com">Unsplash</a>

Photo by Caglar Araz on Unsplash

Kue kering, salah satu camilan yang nggak pernah absen ikut menyemarakkan momen lebaran. Saking seolah jadi item wajib, keberadaan kue kering begitu mudah dijumpai di momen awal menjelang puasa.


Bagi yang menyukai kepraktisan, biasanya lebih memilih untuk membeli kue kering yang sudah jadi. Bagi yang memang hobi memasak dan memiliki banyak waktu luang, biasanya lebih memilih untuk membuat sendiri aneka kue kering untuk lebaran.

Kue-kue kering buatan sendiri terasa lebih istimewa karena dibuat sepenuh hati untuk menyambut momen yang spesial. Apalagi dengan membuat kue kering sendiri, Ibu dapat mengontrol bahan-bahan apa saja yang dipakai untuk membuatnya. Tentu saja yang dipilih adalah bahan yang berkualitas.

Meski begitu tidak semua bisa membuat kue kering sendiri di rumah dengan sukses. Ada beberapa trik dan kiat dasar agar kue kering yang dihasilkan dapat sesuai harapan. Contohnya, untuk menghasilkan kue kering yang renyah, kuncinya ada pada pengocokan antara bahan utama, yaitu mentega dan gula.

Mentega dan gula harus dikocok sampai putih. Untuk itu memang butuh waktu dan proses yang lumayan lama. Mixer dapat membantu untuk meringankan tugas mengocok kedua bahan ini.

Jika mentega dan gula belum berwarna putih pucat, jangan dulu memasukkan bahan yang lain karena nanti kue yang dihasilkan tidak serenyah yang diharapkan. Perhatikan aturan yang tertera pada resep, terkadang ada juga beberapa resep kue kering yang menyarankan untuk tidak dikocok terlalu lama.

Begitupula dengan pemilihan tepung terigu. Sebelum membuat kue, tepung terigu harus diayak terlebih dahulu. Bahan lain yang juga harus diperhatikan kesegarannya adalah telur.

Membuat kue kering sendiri membuat kita yakin bahwa telur yang digunakan memang yang segar dan berkualitas. Penggunaan telur yang kurang bagus selain tidak baik untuk kesehatan, dikhawatirkan juga dapat membuat adonan kue tidak bisa mengembang atau menghasilkan tekstur sesuai keinginan.

Pemilihan bahan lain juga berkaitan dengan suhu dari bahan baku pembuatan kue kering, misalnya dengan menggunakan mentega dingin, bukan yang sudah dicairkan.

Proses pemanggangan kue juga harus diperhatikan karena menjadi kunci keberhasilan pembuatan kue kering. Perhatikan petunjuk yang ditulis pada resep masing-masing kue kering. Idealnya secara garis besar suhu untuk memanggang kue kering berkisar antara 150-170 derajat.

Selain memilih untuk membuat sendiri, ketika akan memilih untuk membeli kue kering yang sudah jadi, Ibu juga perlu memperhatikan beberapa hal, misalnya jangan abaikan tanggal produksi dan kedaluwarsa kue kering tersebut.

Umumnya, kue-kue kering memiliki masa simpan yang tidak terlalu panjang dari jangka waktu pembuatan.

Jangka waktu penyimpanan yang terlalu panjang bisa jadi menunjukkan kue kering banyak diberi bahan tambahan berupa pengawet.

Selain tanggal kedaluwarsa, perhatikan warna dan bau kue kering yang akan Ibu beli. Jika kue keringnya termasuk tipe yang berwarna, pastikan pewarna yang digunakan adalah pewarna makanan.

Warna-warna yang terlalu mecolok harus diwaspadai karena mungkin saja menggunakan pewarna tambahan.

Warna kue kering tidak harus selalu kuning terang, terkadang warna yang lebih pucat bisa dibilang lebih aman, karena berasal dari kuning telur alami, bukan tambahan pewarna.

Itu tadi beberapa kiat jika akan membuat atau membeli kue kering untuk lebaran. Jadi, Ibu pilih beli atau buat sendiri kue-kue kering untuk lebaran kali ini? 

Tips
You might enjoy

Memanfaatkan Sampah Rumah Tangga, Salah Satu Cara Memulai Gerakan Zero Waste Dari Rumah.

Pernah menimbang berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya di rumah? Bisa dipastikan, hampir setiap hari, rumah kita memproduks...