Tentang Zakat Fitrah

Nia Nudiansyah

Nia Nudiansyah

May 08, 2019 — 2 mins read
Photo by <a href="https://unsplash.com/@studioktr">Kate Remmer</a> on <a href="https://unsplash.com">Unsplash</a>

Photo by Kate Remmer on Unsplash

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib ditunaikan bagi seorang muslim dan muslimah yang sudah mampu untuk menunaikannya. Zakat fitrah merupakan zakat yang harus dikeluarkan sebelum sholat idul fitri berlangsung.

Jenis zakatnya yaitu sesuai dengan makanan pokok kita dan di Indonesia sendiri makanan pokoknya adalah beras. Hal tersebut yang menjadi pembeda zakat fitrah dengan zakat lainnya.

Pengertian dari zakat fitrah sendiri yaitu zakat yang berguna untuk membersihkan harta dan sebagai pelengkap ibadah puasa kita. Tanpa zakat fitrah, puasa kita tidak terlengkapi.

Zakat fitrah akan menyucikan harta dan menyempurnakan puasa, karena dalam setiap harta manusia ada sebagian hak orang lain.

Oleh karenanya, tidak ada suatu alasan pun bagi seorang hamba Allah yang beriman untuk tidak menunaikan zakat fitrah karena telah diwajibkan bagi setiap muslim, laki-laki maupun perempuan.

Sebagaimana tercantum pada hadits Rasulullah SAW mengatakan:

“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Zakat fitrah merupakan salah satu dari jenis zakat yang wajib dikeluarkan setiap individu merdeka dan mampu serta sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan.

Zakat sendiri telah menjadi salah satu bagian dari rukun islam yang ke-4. Oleh karena itu, diwajibkan kita sebagai umat muslim untuk selalu membayar zakat terutama zakat fitrah.

Sebelum mengeluarkan zakat fitrah, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu syarat-syarat wajib zakat fitrah yaitu sebagai berikut:

  1. Beragama Islam dan Merdeka,
  2. Menemui dua waktu yaitu diantara bulan Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat,
  3. Mempunyai harta yang lebih dari pada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.

Persyaratan di atas merupakan syarat-syarat untuk orang yang wajib zakat fitrah. Ada juga syarat tidak wajib zakat fitrah yaitu :

  1. Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan,
  2. Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadhan,
  3. Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadhan,
  4. Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadhan.

Sementara itu, berikut ini adalah uraian waktu zakat yang tepat untuk mengeluarkan zakat fitrah :

  1. Waktu Harus: bermula dari awal bulan Ramadhan sampai akhir bulan Ramadhan.
  2. Waktu Wajib: setelah matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan.
  3. Waktu Afdhal: setelah melaksanakan solat subuh pada hari akhir Ramadhan sampai sebelum mengerjakan sholat idul fitri.
  4. Waktu Makruh: melaksanakan sholat idul fitri sehingga sebelum terbenam matahari.
  5. Waktu Haram: setelah matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri.
Info
Read this next

Menu Wajib Penyemarak Hidangan Lebaran.

Jangan bilang menu wajib untuk merayakan lebaran di rumah hanya ketupat dan opor ayam. Masih banyak lho, alternatif hidangan penyemarak meja...

You might enjoy

Beberapa Tradisi Unik Menyambut Bulan Puasa Di Semarang.

Sebagai kota tujuan wisata budaya dan religi, Semarang memiliki banyak tradisi unik yang hanya berlangsung menjelang bulan Ramadhan. Tradisi...