Memanfaatkan Sampah Rumah Tangga, Salah Satu Cara Memulai Gerakan Zero Waste Dari Rumah.

Nia Nudiansyah

Nia Nudiansyah

Apr 24, 2019 — 2 mins read
Photo by <a href="https://unsplash.com/@john_cameron">John Cameron</a> on <a href="https://unsplash.com">Unsplash</a>

Photo by John Cameron on Unsplash

Pernah menimbang berapa banyak sampah yang kita hasilkan setiap harinya di rumah? Bisa dipastikan, hampir setiap hari, rumah kita memproduksi sampah, baik dari dapur maupun halaman rumah.


Ada satu langkah bijak untuk memulai gerakan zero waste dari rumah, salah satunya adalah dengan memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan agar tidak sekadar memenuhi TPA atau berakibat buruk bagi lingkungan.

Jika memiliki kebun atau taman di halaman rumah, Anda dapat melakukan proses memanfaatkan sampah rumah tangga khususnya sampah organik untuk diolah menjadi kompos atau pupuk yang akan menyuburkan tanaman-tanaman Anda di rumah.

Sebelum mengolah sampah, langkah yang harus kita lakukan terlebih dahulu adalah dengan melakukan pemilahan menjadi dua bagian, yaitu sampah organik dan anorganik.

Sampah organik, biasanya berasal dari dapur dan halaman rumah, berupa sisa sayuran, makanan, dedaunan, buah-buahan, dan lain-lain.

Sedangkan sampah anorganik, biasanya berasal dari pemakaian kebutuhan rumah tangga yang berasal dari industri, seperti kaleng, botol, plastik, dan lainnya.

1. Sampah Organik

Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Pembuatan kompos dapat dilakukan langsung di dalam lubang biopori tanah kebun. Akan lebih baik lagi jika dibuat menggunakan komposter.

Komposter dapat dibuat sendiri atau membeli yang sudah siap pakai. Sedangkan pupuk cair dapat dihasilkan melalui sistem fermentasi dari limbah daun-daunan. 

Sampah organik juga bisa dipilah-pilah, beberapa bisa dibuat kompos, yang lain bisa juga diolah menjadi produk bermanfaat lainnya. Kulit jeruk misalnya, bagian kulit jeruk baik itu dari jeruk nipis, jeruk baby, atau buah jeruk biasa, bisa kita sisihkan kulitnya untuk diolah menjadi cairan pembersih.

Caranya dengan menghaluskan kulit jeruk dengan sejumlah air kemudian disaring hingga didapatkan cairan berwarna kuning. Cairan ini bisa digunakan sebagai campuran untuk mengepel lantai atau membersihkan perabotan yang terbuat dari kayu.

2. Sampah Anorganik

Jenis sampah anorganik, berupa barang-barang bekas kemasan industri seperti botol-botol kaca dan plastik dapat dijadikan media tanam di kebun kita.

Botol-botol kecil bisa digunakan untuk tempat menyemai tanaman. Beberapa sampah plastik kemasan juga bisa dikumpulkan dan diolah menjadi ecobrick.

Botol-botol kaca bisa disusun untuk pembatas lahan tanam, bahkan ada juga yang menggunakannya sebagai isian pagar yang terbuat dari ram kawat.

Dengan memanfaatkan kedua jenis sampah di atas, selain memberi nilai ekonomis dan praktis, berarti kita juga telah membantu mengurangi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Ini merupakan langkah kecil yang bisa dilakukan untuk berperan dalam gerakan zero waste. Dimulai dari rumah, dari mengolah sampah. 

Tips
Read this next

Membuat Frozen Food Untuk Stok Bahan Makanan Selama Ramadhan

Siapa yang tiba-tiba menghabiskan begitu banyak waktu di dapur saat bulan puasa? Alih-alih fokus beribadah, banyak dari kita yang justru ter...

You might enjoy

Begini Lima Cara Menyimpan Sayuran Agar Tidak Mudah Layu

Belanja sayuran segar dengan aplikasi online memang praktis dan memudahkan aktivitas keseharian kita, namun meski begitu tetap ada kiat khus...