Berita

Inovasi Mahasiswa UNAIR: Bulu Ayam Mampu Atasi Gagal Ginjal dan Raih Pendanaan Kemendikbudristek

Owner Tumbas 11 Sep 2023 1 views
Gagal ginjal merupakan masalah kesehatan serius yang semakin mengkhawatirkan di Indonesia. Data riset kesehatan dasar (Riskedas) 2013-2018 mencatat bahwa prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia telah meningkat menjadi 3,8%, atau sekitar 739.208 jiwa yang menderita penyakit ginjal kronis. Dengan jumlah pasien yang besar ini, penelitian dan inovasi dalam pengobatan menjadi sangat penting. Di sinilah peran mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi sangat berarti.   Bulu Ayam: Potensi Tersembunyi Tim mahasiswa UNAIR yang terdiri dari Aprilia Susilowati, Jasa Dwi Tirtono, Niken Agustina, dan Riski Amelia, serta didampingi oleh dosen Yanuardi Raharjo Ph, telah mengusung topik yang unik dan inovatif dalam penelitian mereka. Mereka memfokuskan penelitian mereka pada penggunaan bulu ayam sebagai bahan utama dalam menciptakan membran dialyzer alternatif untuk pengobatan gagal ginjal. Bulu ayam seringkali dianggap sebagai limbah, terutama karena fokus pada konsumsi daging ayam. Namun, tim ini melihat potensi besar dalam bulu ayam sebagai bahan alami untuk mengatasi masalah serius ini. Mereka mengembangkan membran dialyzer alternatif menggunakan keratin dari bulu ayam, dengan tambahan kitosan untuk sifat antibakterinya.   Solusi Terjangkau Salah satu keunggulan utama dari penelitian ini adalah keberlanjutan dan ketersediaan bahan baku yang mudah. Bulu ayam mudah didapatkan dan memiliki harga yang relatif murah. Kitosan, yang juga digunakan dalam penelitian ini, dikenal karena sifat antibakterinya yang tinggi. Dengan menggabungkan kedua bahan ini, tim mahasiswa UNAIR membuktikan bahwa pengobatan gagal ginjal dapat menjadi lebih terjangkau.   Mengatasi Gagal Ginjal dengan Membran Dialyzer Alternatif Membran dialyzer alternatif yang mereka kembangkan memiliki peran penting dalam terapi cuci darah pada pasien gagal ginjal. Dengan menggunakan bahan dasar limbah bulu ayam dan kitosan, membran ini dapat digunakan sebagai bagian integral dalam prosedur hemodialisis. Penelitian ini menghasilkan membran dialyzer alternatif berbahan polimer alami yang berpotensi untuk meningkatkan performa dan kompatibilitas dengan sistem darah manusia. Tim ini berharap bahwa riset mereka akan membantu dalam pengembangan biomaterial dalam bidang ini, mengambil keuntungan dari keratin bulu ayam dan kitosan sebagai instrumen terapi hemodialisis.   Kontribusi pada Kesehatan dan Pembangunan Berkelanjutan Penelitian ini juga mencerminkan komitmen tim dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs nomor tiga: Good Health and Well-Being. Mereka melihat penelitian ini sebagai kontribusi mereka dalam ilmu pengetahuan alam dan sebagai dasar untuk pengembangan biomaterial membran dialyzer yang lebih baik.   Inovasi yang Berkelanjutan Perbedaan utama antara penelitian ini dengan riset sebelumnya adalah penggunaan kitosan sebagai anti-bakteri dalam membran dialyzer, dan penggunaan bulu ayam sebagai bahan baku yang mudah didapatkan. Inovasi ini diharapkan akan terus berkembang dan menjadi solusi yang lebih baik dalam pengobatan gagal ginjal.   Mengakhiri Penderitaan Dengan kerja keras dan inovasi dari tim mahasiswa UNAIR, harapannya adalah bahwa membran dialyzer alternatif ini akan membantu mengurangi penderitaan pasien gagal ginjal dengan memungkinkan pengobatan yang lebih terjangkau dan efektif. Potensi dalam bulu ayam dan kitosan sebagai bahan alami untuk pengobatan ini adalah salah satu contoh bagaimana penelitian yang inovatif dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat. Semoga penelitian ini terus maju dan memberikan harapan bagi mereka yang menderita penyakit ginjal kronis. Sumber: UNAIR - Membran Dialyzer Alternatif dari Keratin Bulu Ayam: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Gagal Ginjal
Transmit Data:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar
Email tidak akan dipublikasikan.

Node Terkait

Siap Jadi Abdi Negara? Pendaftaran CPNS 2024 Resmi Dibuka!
20 Aug 2024
Optimalisasi Kas Daerah dengan AIFA: Solusi Cerdas dari Kemenkeu
29 Jul 2024
Gerakan Pangan Murah dan Bazar Ramadan 2024: Upaya Pemerintah Kota Semarang untuk Menekan Harga Kebutuhan Pokok
31 Mar 2024